Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

In the Wee Small Hours

((supposed to be) published on Businta Dempo 2018)  Istilah “wee small hours” adalah sebutan bagi waktu setelah tengah malam hingga subuh menjelang dini hari. Dini hari hanya 3 jam, tapi sakral , pukul 03.30 para rahib bangun untuk berdoa. Misa pagi biara mulai pukul 04.00, pada waktu yang sama sahur dilakukan di Bulan Ramadan. Inilah waktu paling produktif para insomnia, ketika gelap yang berhimpun sejak senja akan berakhir, siap menyambut terang datang menjelang. Dini hari telah bersama kita , sebelum dan sesudah cahaya. Justru karena dini hari akan berhenti, dia bagian dari kesementaraan, tak tertebak dan menjadi peringatan akan kekurangan diri kita, hadir antara kini yang rapuh dan kelak yang tak jelas. Tiga tahun hidup dalam wee small hours di Dempo. Kami membuka mata, seperti rahib yang bangun pagi buta, menghirup, menyesap udara pagi yang segar namun dingin. Di sin i , kami menghirup udara kedewasaan untuk pertama kali. Di Dempo, kami enggan tak enggan, tersadar ...

Three Sides to Every Story

(published on Yauwana Dempo, circa 2017) Guru sejarah mengajarkan kita bahwa tahun 1945, kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika, menyebabkan ribuan nyawa (baik tentara maupun rakyat biasa) melayang. Bagi yang telah membaca buku Assassin’s Creed tentu tahu bahwa pada tahun 1400-an ada Paus korup bernama Paus Alexander ke-6 yang membuat Vatikan yang merupakan pusat dari agama Katolik, menjadi sangat megah seperti saat ini. Ada pula Robin Hood, yang  merampok sang kaya untuk membantu si miskin. Kesamaan apa yang mereka punya? Bagi kita semua yang remaja, mungkin hidup kita baru saja menjadi seperti hidup tokoh Kevin dalam TV series The Wonder Years . Kita mulai menanyakan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kita tanyakan. Dari mana kita berasal, kenapa kita hidup, bagaimana sejarah keluarga kita dan masih banyak lagi. Ada satu yang pasti, bahwa bagi kita, kebenaran nampaknya mulai menjadi abu-abu. Saat kita kecil, kebenaran itu hitam dan putih. Tawa dan tan...