((supposed to be) published on Businta Dempo 2018) Istilah “wee small hours” adalah sebutan bagi waktu setelah tengah malam hingga subuh menjelang dini hari. Dini hari hanya 3 jam, tapi sakral , pukul 03.30 para rahib bangun untuk berdoa. Misa pagi biara mulai pukul 04.00, pada waktu yang sama sahur dilakukan di Bulan Ramadan. Inilah waktu paling produktif para insomnia, ketika gelap yang berhimpun sejak senja akan berakhir, siap menyambut terang datang menjelang. Dini hari telah bersama kita , sebelum dan sesudah cahaya. Justru karena dini hari akan berhenti, dia bagian dari kesementaraan, tak tertebak dan menjadi peringatan akan kekurangan diri kita, hadir antara kini yang rapuh dan kelak yang tak jelas. Tiga tahun hidup dalam wee small hours di Dempo. Kami membuka mata, seperti rahib yang bangun pagi buta, menghirup, menyesap udara pagi yang segar namun dingin. Di sin i , kami menghirup udara kedewasaan untuk pertama kali. Di Dempo, kami enggan tak enggan, tersadar ...